Acara Buka Bersama IATMI Kuwait

Seperti yang di-copas dari Blog-nya Mas Widodo Nugroho yang beralamat di http://tulisan-ringan.com/cerita-cerita/acara-buka-bersama-keluarga-indonesia

Hari Senin, 30 Juli 2012 kemaren, saya terima BBM dari Mas Edy, mengajak rapat  membahas rencana untuk mengadakan acara buka bersama. Saya tanya kepada beliau rencana acara buka puasanya kapan. Mas Edy menjawab hari Jumat, 3 Agustus 2012. Akhirnya beliau mengirimkan undangan rapat ke beberapa pengurus yang masih tinggal dan belum pulang ke tanah air untuk membahas persiapan acara buka bersama, mengingat waktu yang semakin dekat, tinggal beberapa hari tersisa.

Rapat diadakan pada hari Senin sore sepulang kantor, 30 Juli 2012 di apartemen saya, Rosa Castle, Lt7, Flat #19, dihadiri oleh 4 orang, saya sendiri, Mas Eday, Pak Yanto, dan Pak Ridwan. Beberapa pengurus kebetulan sedang berhalangan dan tidak bisa ikut rapat. Hal yang dibahas dalam rapat sore itu antara lain perkiraan jumlah undangan yang akan datang di acara buka bersama, tempat yang akan dipakai untuk acara, dan katering. Dari data yang kita punya, jumlah peserta yang akan diundang kurang lebih 40 orang sudah termasuk dengan staf KBRI, mengingat beberapa keluarga sudah pulang ke tanah air. Untuk tempat dilangsungkan acara saya tawarkan di apartemen saya, karena sudah tidak sempat dan tidak ada waktu lagi untuk mencari lokasi yang lainnya. Untuk masalah katering diputuskan untuk memesan katering dari salah satu keluarga Indonesia disini yang melayani katering masakan Indonesia. Rapat selesai menjelang berbuka, kemudian dilanjutkan buka bersama kami berempat dengan menu sebungkus nasi, ikan bandeng, sayur sop, dan sambel terasi. Walaupun berbuka dengan menu sederhana, rasanya nikmat, karena disantap bersama-sama. Kebetulan keluarga Mas Eday dan Pak Yanto sudah duluan pulang berlibur ke tanah air.

Hari Jumat pagi cuaca masih cerah, kemudian menjelang siang tiba-tiba cuaca berubah berdebu dan berangin. Ternyata kabut pasir (sandstorm) datang. Hal yang sangat biasa terjadi di negara ini. Percaya atau tidak, kabut pasir sering datangnya di akhir pekan. Sehabis sholat Jumat, beberapa pengurus sudah mulai datang ke apartemen saya untuk membantu beres-beres mempersiapkan segala sesuatunya, memindahkan kursi keluar, menggelar karpet, menempel spanduk IATMI di dinding dan menurunkan katering dari mobil dan di bawa ke lantai 7. Sempat terbersit kekhawatiran dalam pikiran saya kalau banyak yang akan tidak datang, mengingat cuaca di luar yang kurang bersahabat, panas disertai debu pasir yang cukup tebal.

 

Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Pukul 17.00 satu per satu tamu undangan mulai berdatangan, termasuk staff dari KBRI. Rencana semula Bapak Dubes RI akan menghadiri acara buka bersama ini, namun ternyata di saat yang sama beliau juga menghadiri acara buka bersama dengan staff diplomatik dari negara lain. Beberapa saat kemudian acara dibuka. Seperti biasa yang menjadi MC adalah Mas Alex (seperti tampak dalam photo di samping kanan, duduk di tengah berbaju koko krem, berkopiah hitam). di dampingi Bapak-Bapak staff KBRI (duduk sebelah kiri pertama, kedua, dan keempat), dan Ketua IATMI Kuwait, Mas Eday (duduk sebelah kiri no 3).

Mas Eday mengawali acara dengan memberikan sambutan pembukaan, menyampaikan beberapa informasi yang terkait dengan kegiatan organisasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari salah seorang perwakilan dari KBRI, Pak Budiman (kanan no 3, gambar sebelah kiri). Beliau menyampaikan informasi terkait dengan tugas-tugas KBRI dalam melayani WNI di negara ini, jumlah total WNI yang ada disini, status memoratorium tenaga kerja informal yang masih belum dibuka kembali, dan rencana pemerintah untuk lebih mendorong dan mengirimkan tenaga kerja formal. Menurut beliau saat ini sedang dalam pembahasan dengan pemerintah dan pengusaha setempat untuk mengirimkan kurang lebih 1600 TKI profesional yang akan ditempatkan di sektor retail dan perhotelan. Beliau menambahkan kembali, bahwa pemerintah pusat sudah mulai memikirkan untuk benar-benar menghentikan pengiriman TKI informal terutama yang dikirimkan ke middle east per tahun 2017 dikarenakan upah yang tidak sesuai dan perlindungan hukum lemah.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat untuk anggota yang kebetulan akan meninggalkan Kuwait dan pindah kerja di negara lain. Untuk kali ini, ada dua keluarga yang akan segera meninggalkan negara ini. Yang pertama keluarga Mas Chairul Dani yang akan pindah salah satu perusahaan minyak di Oman. Kemudian yang kedua keluarga Mas Salman Ferdian yang akan pindah ke Abu Dhabi namun masih bekerja di kantor yang sama, dan yang terakhir keluarga Mbak Merry Mulyani yang memutuskan untuk pulang dan berkarya di tanah air. Namun sayangnya Mbak Merry sedang berhalangan dan tidak bisa menghadiri acara buka puasa dan penyerahan plakat kenang-kenangan kepada beliau. Setelah penyerahan plakat kedua keluarga ditodong untuk memberikan sepatah-dua patah kesan selama beliau-beliau ini tinggal di Kuwait.

Sudah menjadi kebiasaan juga, apabila ada salah satu anggota yang sedang mempunyai bayi yang baru saja lahir, maka pengurus atas nama organisasi akan memberikan sedikit kenang-kenangan kepada anggota tersebut. Nah untuk kali ini, Mas Alex mendapatkan kenang-kenangan atas kelahiran putra pertamanya pada bulan Juni 2012 kemaren. Walaupun nilai cindera matanya tidak begitu besar, namun pesan moral yang akan diangkat dan lebih ditonjolkan adalah rasa untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota IATMI yang ada di Kuwait.

Kultum atau ceramah menjelang berbuka disampaikan oleh Bapak Ahmad Ma’rufi. Beliau kebetulan juga merupakan salah satu staff KBRI. Isi ceramah mengenai keutamaan beribadah di bulan puasa di bandingkan dengan hari dan bulan biasa di luar bulan suci ramadhan.

Kekhawatiran yang saya rasakan seharian tadi mengenai ketidaklancaran acara berbuka puasa tertutupi sudah dengan selesainya serangkain acara sejauh ini. Saya perhatikan tamu undangan pun serius mendengarkan isi ceramah yang disampaikan oleh Pak Ahmad. Sambil mendengarkan ceramah yang menyejukkan hati, minuman dan takjil berbuka puasa mulai dibagikan, air mineral, kurma, dan beberapa ragam jajan pasar dan gorengan.

Makanan ringan ini dipesan dari salah satu keluarga Indonesia yang memang melayani pemesanan katering kalau semisal ada acara-acara khusus, misalnya kumpul-kumpul keluarga Indonesia seperti yang dilakukan sore kali ini. Tentunya hal ini banyak memberikan keuntungan bagi warga negara Indonesia yang ada disini, karena setiap saat masih bisa menikmati makanan atau cemilan khas Indonesia, disamping itu tentu saja merupakan peluang usaha bagi warga negara Indonesia yang lainnya yang memang mempunyai keahlian khusus memasak.

Selain beragam jajan pasar, juga sudah disiapkan menu masakan yang lainnya, seperti es campur yang kebetulan disiapkan oleh salah satu keluarga yang ikut datang di acara buka bersama ini. Sedangkan menu utama berbuka puasa nanti sudah disiapkan sop buntut, ayam rica, ayam  goreng, karedok, kerupuk dan tidak ketinggalan juga buah semangka. Semua makanan yang disiapkan sangat bernuansa tanah air, tidak ada sama sekali menu makanan yang berbau-bau lokal, tentu saja kecuali kurma. Namun kurma juga sudah sangat umum disajikan di tanah air juga. Semua makanan sudah siap disajikan di dapur menunggu saat berbuka tiba.

Libur anak-anak sekolah di saat musim panas seperti sekarang ini berlangsung cukup lama dari bulan Juli sampai September. Biasanya keluarga anak dan istri sudah pulang duluan ke tanah air sampai libur sekolah selesai, sedangkan suami hanya mengantarkan keluarga pulang ke Indonesia kemudian kembali lagi ke tempat kerja dan akan kembali ke tanah air untuk menjemput keluarga mereka menjelang libur sekolah selesai. Namun ada juga keluarga yang menghabiskan libur sekolah di Kuwait sini.

Untuk keluarga yang anak-anaknya belum sekolah, tentu saja mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya disini, sampai memang ada rencana cuti. Khusus di bulan puasa dan menjelang lebaran, beberapa keluarga ada yang sudah merencanakan mudik merayakan lebaran di Indonesia, ada juga yang sudah pulang cuti ke tanah air 1-2 bulan sebelumnya namun kemudian memilih merayakan lebaran di Kuwait. Semuanya terpulang kepada pilihan masing-masing keluarga tersebut. Pun begitu pada saat acara berbuka puasa sore ini salah satu obrolan yang hangat dibicarakan adalah rencana mudik, tanggal berapa berangkat, berapa lama mudik, mudik kemana, dan lain sebagainya, sama, tidak berbeda ketika membicarakan rencana mudik dengan teman-teman sekantor ketika masih bekerja di tanah air.

Ketika adzan Maghrib sebagai tanda berbuka sudah tiba, setelah membatalkan puasa dengan secangkir teh dan kurma, peserta kemudian mengambil wudlu dan sholat maghrib berjamaah. Karena terbatasnya ruang tengah apartemen saya, terpaksa Ibu-Ibu tidak bisa ikut sholat jamaah bareng dengan Bapak-Bapak. Mereka sholat jamaah sendiri dengan Ibu-Ibu yang lain di kamar tidur utama. Sholat jamaah dipimpin oleh Pak Ahmad Ma’rufi. Setelah sholat jamaah selesai, acara selanjutnya tentu saja mengantri makanan yang sudah siap disajikan di dapur dan menunggu untuk disantap dari tadi. Antrian mengular cukup panjang dan peserta dengan gaya masing-masing antri dengan sabar sampai giliran mereka tiba untuk mengambil makanan hehe. Untuk menunggu antrian tiba, secangkir es buah sudah siap di tangan masing-masing meredakan dahaga.

Santap makanan berlangsung lesehan di ruang TV. Saya sebagai tuan rumah ikut merasa senang karena acara berlangsung lancar dan meriah seperti yang diharapkan. Mungkin perasaan teman-teman pengurus yang lainnya sama seperti yang saya rasakan. Karena kami sebagai pengurus Alhamdulillah bisa menyelenggarakan acara berbuka puasa dengan lancar tidak kurang satu apapun. Sambil menyantap hidangan berbuka puasa diselingi obrolan-obrolan ringan apa saja yang dilakukan oleh para tamu. Saya mendengar ada yang ngobrol membicarakan tentang olimpiade London, ada juga yang membahas tentang perkembangan politik di tanah air, ada yang membicarakan rencana mudik, dan lain sebagainya. Acara berbuka puasa selesai kurang lebih jam 20.00 dan ditutup dengan photo bersama.

Saya sebagai tuan rumah sangat berterima kasih atas kehadiran semua tamu undangan yang sudah berkenan meluangkan waktu di tengah cuaca yang kurang bersahabat, panas dan berdebu untuk menghadiri acara berbuka bersama yang diselenggarakan oleh pengurus IATMI chapter Kuwait. Untuk yang merencanakan mudik pulang ke tanah air, selamat jalan, semoga selamat tidak kurang satu apapun di kampung halaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *